Senin, 20 Desember 2010

Implementasi Penerapan Program CSR PT. Petrokimia Gresik Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Disekitarnya

Perkembangan industri, khususnya industri ekstraktif seringkali menimbulkan kerusakan lingkungan dan ketimpangan social. Masayarakat local seringkali tidak mendapatkan akses untuk turut berpartisipasi. Mereka lebih sering menjadi penonton terhadap proses industrialisasi yang ada disekitar lingkungannya. Industrialisasi yang berdampak negative bagi masyarakat disekitarnya, memerlukan perhatian yang serius. Sebuah konsep diperkenalkan untuk mengatasi fenomena tersebut. Konsep tersebut adalah CSR (Corporate Social Responsibility). CSR diyakini mampu meminimalisir dampak negative dari sebuah proses industrialisasi. Selain itu adanya kebijakan CSR yang dirumuskan suatu Negara terhadap perusahaan ekstraktif, menunjukkan bagaimana penting dan signifikannya persoalan industrialisasi dalam pembangunan.

Tulisan ini selanjutnya akan membahas persoalan CSR yang diterapkan oleh perusahaan ekstraktif. Pembahasan dilakukan berdasarkan hasil penelitian pada PT. Petrokimia Gresik di Kabupaten Gresik.

Pendahuluan

Perkembangan industri dimulai sejak abad ke 18, yakni saat revolusi industri, semakin hari industri semakin mengalami kemajuan. Majalah Bussiness Week (edisi 10 Juli 2000) melaporkan bahwa pada tahun 1999 terdapat 100 kekuatan ekonomi terbesar di dunia berada di tangan-tangan industri global. Secara sederhana industrialisasi didefinisikan sebagai pembangunan ekonomi melalui transformasi sumber daya dan kuantitas energi yang digunakan. Dalam kajian sosiologi, industri adalah bagian dari satu sistem masyarakat yang terintegrasi bersama unit-unit masyarakat lain dalam satu komunitas. Oleh sebab itu pola hubungan yang saling mempengaruhi anatara industri dan masyarakat bagaikan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Artinya kehadiran industri ditengah-tengah masayarakat akan mempengaruhi perkembangan masyarakat itu sendiri, baik secara sosial, ekonomi dan lain-lain. Demikian juga halnya dengan industri, dimana kelangsungan industri sangat tergantung dari penerimaan masyarakat setempat.

Ilustrasi di atas menunjukkan bahwa antara industri dan masyarakat terdapat hubungan yang timbal balik. Oleh karena itu, antara industri dan masyarakat harus menciptakan suatu bentuk hubungan yang bersifat simbiosis mutualisme. Namun pada kenyataannya tidaklah demikian, banyak terjadi keberadaan industri memberikan dampak negative pada kehidupan masyarakat seperti adanya bencana lingkungan dan bencana kemanusiaan akibat aktivitas eksploitasi migas juga di Sumatera Selatan, menyebabkan pencemaran sungai maupun sumber air masyarakat oleh minyak mentah, bahkan lumpur minyak, kebakaran hutan dan kebun, kerusakan ekosistem hingga kematian manusia. Contoh lain adalah pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh industri-industri di Surabaya. Pembuangan limbah industri-industri tersebut ke sungai berdampak pada kehidupan masyarakat. Akibat sungai yang telah tercemari limbah pabrik, maka kualitas air sumur masyarakat menjadi jelek. Hal ini membuat masyarakat sering terkena penyakit kulit bila mandi dengan air yang berasal dari sumur tersebut. Dari bebearapa contoh kasus diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa adanya industri semakin menyengsarakan masyarakat. Keadaan ini tidak boleh dibiarkan terus-menerus, karena akan mengganggu hubungan antara industri dan masyarakat. Padahal, kemampuan industri untuk beradaptasi dengan masyarakat di sekitarnya menjadi salah satu prasyarat eksistensi industri (Scehneider; 1993: 107).

Sebuah konsep yang akhir-akhir ini sering dibicarakan dalam usaha untuk menciptakan hubungan yang baik antara industri dan masyarakat adalah CSR (Corporate Social Responsibility) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. CSR adalah basis teori tentang perlunya sebuah perusahaan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat setempat. Eksistensi CSR di Indonesia mendapatkan perhatian yang sangat mendalam. Hal tersebut diwujudkan dengan lahirnya Undang-Undang No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Undang-undang tersebut menegaskan bahwa tanggungjawab sosial dan lingkungan diwajibkan pada perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan sumber daya alam (ekstraktif). Oleh karena itu program CSR merupakan salah satu kebijakan dalam pengelolaan perusahaan.

Landasan Teoritik

CSR merupakan strategi simbiosis antara perusahaan dengan masyarakat dalam mengupayakan kesejahteraan bersama melalui dedikasi dan peran sosial perusahaan sehingga tercipta harmonisasi yang saling menguntungkan

Program program yang di ciptakan oleh csr suatu perusahaan diharapkan dapat memberikan kemandirian bagi masyarakat untuk dapat berkembang seiring dengan laju nya pertumbuhan perusahaan. Oleh karena itu program csr yang diterapkan adalah yang berorientasi kepada community development (comdev)atau pemberdayaan masyarakat

Comdev adalah sebuah program yang mengaku pada pembangunan berkelanjutan. comdev adalah bentuk tanggumg jawab sosial perusahaan yang di landasi oleh motivasi kewarganegaraan dimana di dasari semangat pencerahan diri dan rekonsiliasi dengan ketertiban sosial. Tujuan nya adalah untuk mencari dan mengatasi akar masalah. Oleh karena itu comdev biasanya di arahkan pada proses pemberi kekuasaan,peningkatan kekuasaan atau penguatan kemampuan para penerima pelayanan (subarto , 2007:110)

PT Petrokimia Gresik merupakan salah satu pabrik pupuk di Indonesia, yang pada awal berdirinya disebut Proyek Petrokimia Surabaya. Kontrak pembangunannya ditandatangani pada tanggal 10 Agustus 1964, dan mulai berlaku pada tanggal 8 Desember 1964. Proyek ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 10 Juli 1972, yang kemudian tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi PT Petrokimia Gresik. PT Petrokimia Gresik menempati lahan seluas 450 hektar berlokasi di Kecamatan Kebonmas, Kabupaten Gresik, Propinsi Jawa Timur.

Dengan nilai dasar pengutamaan keselamatan dan kesehatan serta pelestarian lingkungan di dalam setiap kegiatan operasional,PT Petrokimia Gresik mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dalam pengelolaan perusahaan secara keseluruhan dengan menerapkan kebijakan berikut:

1. Bertekad selalu memenuhi peraturan perundangan dan persyaratan lingkungan yang berlaku.

2. Mencegah pencemaran serta berupaya meminimalkan limbah dengan berbagai cara.

3. Melakukan evaluasi dan kaji ulang untuk menjamin penerapan pengelolaan lingkungan menuju perbaikan berkelanjutan.

4. Membina kepekaan, kesadaran dan kepedulian seluruh karyawan agar dapat ambila bagian di dalam pengelolaan lingkungan.

5. Mengembangkan kerjasama dengan pihak terkait untuk lingkungan.

Sebagai salah satu perusahaan ekstraktif yang memiliki dampak yang tidak sedikit bagi lingkungannya, PT.Petrokimia Gresik menyadari akan pentingnya penerapan program CSR dalam kinerja perusahaannya. Sebagai perusahaan BUMN program CSR yang dilakukan PT. Petrokimia Gresik diberi nama program bina lingkungan. Pelaksanaan Program Bina Lingkungan di PT Petrokimia Gresik mengacu pada petunjuk pelaksanaan yang dibuat oleh Kementerian BUMN dengan surat edarannya No. SE-443/MBU/2003, tanggal 16 September 2003.

Kegiatan Program Bina Lingkungan dilaksanakan dengan tujuan memberikan manfaat kepada masyarakat di wilayah usaha BUMN dalam bentuk bantuan. Dengan demikian diharapkan keberadaan perusahaan selalu mendapat dukungan dan diterima oleh masyarakat, serta menumbuhkan rasa ikut memiliki perusahaan.

Implementasi Penerapan Program CSR PT. Petrokimia Gresik Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Disekitarnya

Program CSR yang dilakukan oleh PT. Petrokimia Gresik ada beberapa macam, tetapi umumnya mencakup empat bidang utama, yaitu:

1. Bidang Manusia

Adanya pemeliharaan terhadap modal manusia (human capital) secara individual, yang terdiri dari kesehatan, pendidikan, keterampilan, pengetahuan, kepemimipinan dan akses terhadap jasa modal manusia.

2. Bidang sosial

Adanya modal sosial, biaya untuk kebersamaan dan fasilitas kerjasama. Hal ini dapat dicapai melalui partisipasi secara sistematis dan kekuatan masyarakat sipil termasuk didalamnya pemerintah, kerjasama antar komuniti, hubungan antar kelompok dalam masyarakat, pertukaran, toleransi, etika, pertemanan, kejujuran.

3. Bidang lingkungan

Sebagai sesuatu yang dibutuhkan oleh umat manusia dan kepedulian sosial. Manusia harus belajar untuk tinggal dan hidup dalam keterbatasan lingkungan hidup. Dalam keberlanjutan lingkungan hidup diartikan sebagai modal alam harus dipelihara. Menjamin kebutuhan yang dapat dipenuhi bagi generasi masa depan.

4. Bidang ekonomi

Penggunaan modal secara efisien dan menjamin produktivitas investasi dan pertumbuhan yang wajar dari seluruh sektor.

Secara garis besar PT. Petrokimia Gresik membagi dimensi kegiatan CSR pada dua bidang, yaitu social development yang terdiri dari community involvement dan economic development, serta evironment. Community involment adalah kegiatan CSR yang bertujuan untuk menyediakan fasilitas dan prasarana dan untuk melakukan kegiatan kemitraan dan bina lingkungan. Fasilitas dan sarana yang disediakan meliputi sarana kerohanian, penidikan, ekonomi, olah raga dan kesehatan. Sedangkan untuk kegiatan kemitraan dan bina lingkungan terdiri dari lima bidang, yaitu: (1) Bantuan korban bencana alam; (2) Pendidikan atau pelatihan; (3) Peningkatan Kesehatan; (4) Pengembangan sarana dn prasarana umum dan (5) Pengembangan sarana dan prasarana ibadah.

· Pendidikan dan Pelatihan

CSR yang berorientasi pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kemandirian masyarakat untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Peningkatan kapsitas kemandirian dilakukan dengan meningkatkan SDM yang dimiliki oleh masyarakat. Salah satu usaha untuk meningkatkan SDM adalah melalui pendidikan dan pelatihan. Beberapa program yang dilakukan PT. Petrokimia Gresik dalam rangka pemberian pendikan dan pelatihan kepada masyarakat sekitarnya adalah melalui beberapa kegiatan di bawah ini:

a. Beasiswa

Beasiswa diberikan pada siswa yang berprestasi pada tingkatan sekolah dasar (SD). Besiswa diberikan kepada siswa yang berprestasi disekitar wilayah PT. Petrokimia Gresik. Penerima beasiswa ini adalah siswa yang menduduki peringkat satu, dua dn tiga. Beasiswa berbentuk pembayaran uang SPP selama satu tahun yang diberikan setiap semester. Mekanisme penyaluran beasiswa bekerjasama dengan dins pendidikan Gresik. Daftar penerima besiswa berdasarkan usulan dari dinas pendidikan, sedangkan untuk penyalurannya diserahkan pada sekolah masing-masing.

b. Bantuan sarana dan prasarana pendidikan

PT. Petrokimia Gresik juga memberikan bantuan sarana dan prasarana kepada sekolah-sekolah yang ada disekitarnya. Pemberian bantuan tersebut bertujuan untuk membantu kelancaran program belajar mengajar. Di desa Roomo sekolah yang mendapatkan bantuan sarana dn prasarana pendidikan adalah SDN Roomo dan MI Fithul Ulum. Bantuan berupa pemberian buku tulis dan rak buku. Murid-murid disekolah tersebut masing-masing mendapatkan lima buah buku tulis.

c. Bantuan pendidikan bagi anak yatim

Selain bantuan beasiswa berprestasi, PT. Petrokimia Gresik juga memberikan bantuan pendidikan bagi anak yatim. Bantuan ini diberikan kepada seluruh anak yatim, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu disekitar wilayah PT. Petrokimia Gresik. Dalam penyaluran bantuan ini perusahaan bekerjasama dengan aparat desa setempat. Bantuan ini rutin dilaksanakan setiap tahun, khususnya pada saat hari ulang tahun PT. Petrokimia Gresik.

d. Perpustakaan desa

PT. Petrokimia Gresik membangun sebuah perpustakaan desa bagi masyarakat yang ada disekitarnya. Seluruh buku-buku dan fasilitas perpustakaan tersebut dibiayai oleh PT. Petrokimia Gresik. Perpustakaan tersebut bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan pengetahuan masyarakat. Tahun 2005 PT. Petrokimia Gresik membangun perpustakaan di desa Lumpur dan Roomo.

e. Pelatihan

PT. Petrokimia Gresik mengadakan berbagai macam pelatihan bagi masyarakat sekitarnya. Pelatihan-pelatihan tersebut terdiri dari beberapa bidang, antara lain bidang operator industri, bidang mekanik, bidaang listrik dan instrumen, bidang perbengkelan dan bidang pemasaran. Pemilihan jenis bidang pelatihan ditentukan oleh perusahaan berdasarkan kebutuhan pasar. Pelatihan tersebut bertujuan untuk mencetak tenaga kerja yang ahli dan terampil agar siap dalam menghadapi dunia kerja. Sasaran pelatihan tersabut adalah pelajar putus sekolah yang belum mendapat pekerjaan yang berada di wilayah Gresik dan sekitarnya (Lamongan, Bojonegoro dan Babat). Pelaksana program tersebut adalah Biro Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) PT. Petrokimia Gresik. Pelatihan tersebut tidak banyak diikuti oleh warga yang ada di desa Roomo dan Lumpur. Ada dua faktor mengapa hal itu terjadi.

Pertama, warga di dua desa tersebut tidak memenuhi persyaratan untuk mengikuti pelatihan tersebut. Sebelum mengikuti pelatihan tersebut, peserta harus dapat melewati serangkaian tes. Mulai dari proses pendaftaran, seleksi awal hingga seleksi akhir. Kedua, kurangnya minat masyarakat terhadap bidang-bidang pelatihan tersebut. Di desa Lumpur saat diadakan pelatihan perbengkelan tidak banyak warga yang mendaftar, sebab mereka tidak berminat. Warga desa Lumpur lebih menginginkan pelatihan pengolahan ikan atau kerajinan hasil laut daripada pelatihan perbengkelan. Hal ini didasarkan pada potensi lokal masyarakat desa Lumpur yang merupakan wilayah pesisir. Pemberdayaan masyarakat harus mengacu pada potensi lokal yang dimiliki, sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Di desa Roomo pernah diaakan pelatihan komputer bagi pengurus karang taruna.

Tabel

Penerimaan Bantuan Bidang Pendidikan

Jenis Bantuan

Penerimaan Total


Selalu

Kadang-kadang

Tidak Pernah


F

P

F

P

F

P

F

P

Beasiswa

4

4

10

10

86

86

100

100

Anak asuh

6

6

-

-

94

94

100

100

Alat-alat tulis

-

-

17

17

83

83

100

100


Pelatihan keterampilam

-

-

1

1

99

99

100

100


Perpustakaan

1

1

99

99

-

-

100

100


Sumber: Q 22, K 42-47

Tabel di atas menggambarkan tentang pemanfaat bantuan pendidikan PT. Petrokimia Gresik oleh masyarakat. Tidak semua responden pernah mendapatkan bantuan pendidikan, semua itu tergantung pada syarat-syarat penerima bantuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

· Peningkatan Kesehatan

Kesehatan merupakan salah satu unsur penting yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kesehatan merupakan salah satu indikator kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan masyarakat tidak hanya dilihat dari tingkat penapatan dan barang-barang yang dimiliki, melainkan juga dari kondisi jasmani dan rohani yang sehat. CSR yang diberikan oleh PT. Petrokimia Gresik dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat disekitarnya dilakukan dalam tiga bentuk, yaitu pengobatan umum gratis, khitanan massal dan fogging nyamuk demam berdarah.

a. Pengobatan umum gratis

Pengobatan gratis dilaksanakan secara rutin setiap satu bulan sekali. Sasaran program ini adalah warga miskin yang tinggal di desa-desa sekitar perusahaan. Warga miskin yang ada didata kemudian diberi kartu berobat gratis. Setiap ingin mengikuti program ini warga wajib menunjukkan kartu tersebut. Program ini memberikan pemeriksaan dan obat-obatan secara cuma-cuma. Dalam pelaksanaan program ini perusahaan bekerjasama dengan masyarakat.

b. Khitanan massal

Khitanan massal adalah salah satu wujud CSR PT. Petrokimia Gresik dalam bidang kesehatan. Sasaran dari program ini adalah anak-anak dari keluarga miskin. Program ini dilaksanakan rutin setiap tahun untuk meramaikan hari ulang tahun perusahaan.

c. Fogging nyamuk demam berdarah

Program ini bertujuan untuk mencegah meluasnya penyakit demam berdarah di masyarakat. Pelaksanaan program ini bergantung pada permintaan masyarakat. Masyarakat menyerahkan proposal permohonan kegiatan tersebut kepada perusahaan. Bila perusahaan menyetujui, maka program dapat dilaksanakan.

Tabel

Bantuan Bidang Kesehatan

Jenis Bantuan

Keterangan

Total

Selalu

Kadang-kadang

Tidak Pernah


F

P

F

P

F

P

F

P

Pengobatan umum gratis

28

28

28

28

44

44

100

100

Khitanan Massal

-

-

16

16

84

84

100

100

Fogging

3

3

5

5

92

92

100

100











Sumber: Q 27, K 69-73

Tabel di atas menunjukkan macam-macam progrm CSR bidang kesehatan yang pernah diterima masyaraakat. Berdasarkan dapat tabel tersebut diketahui bahwa program CSR dalam bidang kesehatan yang paling banyak didapatkan oleh masyarakat adalah adalah pengobatan umum gratis.

· Pengembangan sarana dan prasarana

CSR PT. Petrokimia Gresik dalam bidang pengembangan sarana dan prasarana umum merupakan wujud CSR dalam bidang fisik. CSR dalam bidang fisik ini bersifat kolektif, artinya pemanfaatan program tersebut tidak bersifat individual. Program ini berorientasi pada pembangunan desa. Pengembangan sarana dan prasarana umum yang pernah dilaksanakan di desa Roomo antara lain, pembangunan lapangan volly, renovasi balai desa dan pavingisasi jalan desa. Sedangkan yang pernah diadakan di desa Lumpur antara lain, pembangunan lapangan volly, pembangunan gapura Balai Gede, pembangunan Balai Gede dan Pembangunan Balai Purbo.

Selain pengembaangan sarana dan prasarana umum, perusahaan juga memperikan bantuan kepada penyediaan sarana dan prasarana ibadah. Desa Romoo pernah menerima bantuan sarana dan prasarana ibadah berupa bantuan ongkos naik haji bagi tokoh masyarakat desa setempat, pembangunan masjid Al Mabrur dan Nurul Huda dan bantuan hewan kurban. Sedangkan untuk desa Lumpur bantuan yang pernah diterima antara lain, bantuan ongkos naik haji bagi tokoh masyarakat desa setempat, pembangunan langgar Gede dan bantuan hewan kurban.

· Bantuan ekonomi

Bantuan ekonomi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan potensi ekonomi yang dimiliki oleh masyarakat. Untuk mengetahui pelaksanaan CSR PT.Petrokimia Gresik dibidang ekonomi dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel

Bantuan Bidang Ekonomi

Jenis Bantuan

Keterangan

Total

Selalu

Kadang-kadang

Tidak Peernah


F

P

F

P

F

P

F

P

Pengembangan usaha

-

-

4

4

96

96

100

100

Bantuan sembako

19

19

27

27

54

54

100

100

Pinjaman modal usaha

-

-

5

5

95

95

100

100

Pemberian sarana usaha

-

-

3

3

97

97

100

100

Lainnya

2

2

2

2

96

96

100

100











Sumber: Q 32, K 92-96

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa bantuan dibidang ekonomi yang banyak diterima masyarakat adalah bantuan sembako. Pemberian sembako rutin dilakukan dalam satu tahun dua kali, yaitu pada saat bulan ramadhan dan HUT PT.Petrokimia Gresik. Bantuan sembako diprioritaskan untuk warga miski. Paket sembako berupa beras 5kg, gula 1kg dan minyak goreng 1liter.

Pelaksanaan program CSR PT. Petrokimia Gresik di bidang ekonomi dilakukan oleh Biro KBL dan BMT Nurul Jannah. Secara garis besar ada dua program yang dijalankan oleh Biro KBL, yaitu program kemitraan yang bersifat pijaman dan program bina lingkungan yang bersifat hibah. Program kemitraan bertujuan untuk membina pengusaha kecil, sedangkan program bina lingkungan bertujuan untuk memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat sekitar.

Bentuk-bentuk program kemitraan antara lain berupa pinjaman modal kerja dan investasi. Selain itu juga ada pinjaman khusus yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan usaha kurang dari satu tahun. Selain itu juga diberikan pelatihan pemasaran kepada pengusaha yang menjadi mitra binaan. Ada lima sektor yang menjadi mitra binaan, yaitu bidang pertanian, peternakan, perdagangan, industri dan jasa. Wilayah binaan mencakup lima daerah, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, NTB dan Yogyakarta. Khusus untuk wilayah Gresik yang mrnjadi mitra binaan adalah pedagang yang menjual bahan-bahan pertanian ( pupuk, pestisida) dan pengusaha pelelangan ikan.

Pengusaha yang ingin menjadi mitra binaan harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Kriteria tersebut sesuai dengan yang dicantumkan di peraturan menteri BUMN. Pembayaran pinjaman tersebut dilakukan dengan syarat bagi hasil antara mitra binaan dan perusahaan. Pembagian hasil mulai dari 10% hingga 50%. Program kemitraan yang dilakukan di desa Lumpur antara lain membina pengusaha ikan dan pengerajin songkok. Selain itu juga memberi bantuan kepada nelayan, berupa pinjaman berbentuk peralatan, seperti jaring dan motor tempel. Sedangkan yang dilakukan di desa Roomo adalah membina ibu-ibu PKK yang bergerak di industri pembuatan masker untuk pabrik.

Pemberdayaan ekonomi selain dilakukan oleh Biro KBL juga dilakukan oleh koperasi BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) Nurul Jannah. BMT Nurul Jannah merupakan salah satu unit pelaksana kegiatan CSR PT. Petrokimia Gresik. Program-program CSR yang dilaksanakan oleh BMT Nurul Jannah tidak terbatas pada CSR di bidang ekonomi semata, tapi juga pada bidang-bidang CSR yang lain. Program-program yang dilakukan antara lain:

a. Bidang Sosial

Bidang sosial terdiri dari bantuan kepada fakir miskin, anak yatim, pinjaman tanpa bagi hasil yang diberikan kepada pengusaha dhuafa yang dipercayakan pengelolaannya kepada lembaga sosial dan keagamaan.

b. Bidang Pendidikan

Bentuk bantuan bidang pendidikan antara lain pemberian beasiswa kepada anak keluarga miskin, mulai dari tingkatan SD hingga PT (perguruan tinggi). Khusus untuk beasiswa perguruan tinggi hanya diberikan kepada yang berprestasi saja. Selain beasiswa bantuan bidang pendidikan adalah pemberian tali asih dan pelatihan kepada guru-guru TPQ (Taman Pendidikan AL-Qur’an).

c. Bidang Keagamaan

Bantuan bidang keagamaan yang diberikan berkaitan dengan masalah dakwah. Bentuk program antara lain pelatihan sosialisasi zakat, seminar dan diskusi tentang zakat, pawai zakat dan membantu kegiatan dakwah lembaga lain. Bentuk lain bantuan bidang keagamaan adalah pembangunan masjid dan pondok perantren. Bantuan tidak berupa fresh money tetapi berupa bahan-bahan material bangunan.

d. Bidang Ekonomi

Bantuan bidang ekonomi berupa pinjaman pada pengusaha kecil yang ada di wilayah sekitar perusahaan. Besarnya pinjaman mulai dari Rp. 100.000- Rp. 50.000.000. sistem pembayaran dilakukan dengan cara bagi hasil yaitu 70% untuk pengusaha dan 30% untuk koperasi, sedangkan pembayarannya dilakukan setiap bulan. Prosedur peminjaman antara lain harus melalui wawancara profil pemohon pinjaman, harus punya usaha yang telah berjalan satu tahun dan ada agunan yang berupa BPKB dan sertifikat rumah.

· Program Lingkungan

Program CSR PT. Petrokimia Grsik bidang lingkungan disebut sebagai enviroment protection. PT. Petrokimia Gresik sadar bahwa aktivitas produksinya berdampak pada kelestarian lingkungan yang ada disekitarnya. Limbah yang dihasilkan seringkali merugikan masyarakat sekitarnya. Beberapa dampak dari limbah yang dihasilkan akibat aktivitas produksi lingkungannya adalah pencemaran areal tambak milik warga, asap yang mengganggu pernapasan warga dan bau yang menyengat.

Kelestarian lingkungan merupakan salah satu aspek yang mendukung eksistensi perusahaan ditengah-tengah masyarakat. Ketidakpedulian perusahaan terhadap kelestarian lingkungan disekitarnya dapat menimbulkan konfik antara perusahaan dan masyarakat. Ini juga terjadi pada PT. Petrokimia Gresik, tahun 2007 perusahaan pernah didemo warga desa Roomo. Demo tersebut dilatarbelakangi oleh sikap PT. Petrokimia Gresik yang tidak dapat mengatasi masalah pengolahan limbah, sehingga menggangu kehidupan masyarakat. Sesak nafas dan sakit kepala adalah gangguan yang sering diderita oleh warg akibat pencemaran lingkungan dari limbah PT. Petrokimia Gresik.

Environment Protection terdiri atas tiga program utama, yaitu program penghijauan, program kebersihan dan program kesiap siagaan darurat.

a. Program penghijauan

Program penghijauan bertujuan untuk merehabilitsasi keruskan lingkungan yang terjdi disekitar wilyah PT. Petrokimia Gresik. Program penghijaun dilakukan melalui penanman mangrove, penanaman green belt dan bantuan untuk masyarakat sekitar. Tahun 2007 PT. Petrokimia Gresik memberikan bantuan masing-masing 500 bibit mangga kepada masyarakat yang ada di desa Roomo dan Lumpur.

b. Program kebersihan

Program ini bertujuan untuk menciptakan kebersihan di lingkungan sekitar PT. Petrokimia Gresi. Program ini berupa pemberian alat-alat kebersihan seperti bak sampah dan kereta sampah kepada masyarakat. Masyarakat desa Roomo dn Lumpur menerima bantuan bak sampah pada tahun 2007.

c. Program kesiap siagaan darurat.

Program ini bertujuan untuk mempersiapkan diri menghadapi situasi darurat, khusnya yang berkitan dengan kecelakaan kerja. Perwujudan program ini dapat dilihat dari adanya sistem dan prosedur, pelatihan dan kelengkapan penunjang untuk menghadapi keadaan darurat.

Pedoman pokok pelaksanaan CSR di PT. Petrokimia Gresik bersumber pada Kepurusan Menteri BUMN No 05 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN. Dalam memberikan bantuannya, Biro Kemitraan dan Bina Lingkungan PT.Petrokimia Gresik membagi dalam dua program utama, berdasarkan tempat atau pelaksanaan kegiatan CSR. Pertama, program perusahaan (senttralisasi). Pada program sentralisasi perusahaan sebagai tempat dan pelaksana utam kegiatan CSR, yang dapat diikuti serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat umum, tidak terbatas pada administrasi wilayah desa. Dalam prosenya, perusahaan bisa bekerja sama dengan pihak lain untuk melaksanakan programnya. Selain itu, program ini dapat dirasakan melalui pemberiaan bantuan kepada pihak lain.

Kedua, program desa/kelurahan (desentarlisasi). Pada program desentralisasi tempat pelaksanaan program CSR bukan di perusahaan, tetapi di desa/kelurahan yang ada disekitar PT.Petrokimia Gresik. Perusahaan hanya sebagai fasilitator/pendukung saja. Perusahaan hanya memberi bantuan materiil untuk membiayai program, sedangkan sebagai perencana dan pelaksana program adalah masyarakat itu sendiri. Selain sebagai pendukung, perusahaan berfungsi sebagai pengawas jalannya program tersebut. Dalam program ini perusahaan dapat bekerjasama dengan pihak lain seperti LSM, organisasi masyarakat yang ada di wilayah desa tersebut.

Pada dasarnya CSR yang baik adalah yang berbasis pada kebutuhan lokal masyarakat. Untuk itu masyarakat harus terlibat aktif dalam pelaksanaan program CSR mulai dari tahap awal hingga tahap akhir. Sebelum melaksanakan program CSR, perusahaan perlu melakukan social mapping untuk mengetahui potensi masyarakat yang ada disekitarnya. Setelah itu perusahaan mengadakan pertemuan dengan masyarakat untuk mengetahui aspirasi masyarakat, kegiatan ini biasa disebut dengan public consultation. Untuk program CSR PT. Petrokimia Gresik, banyak program yang direncanakan oleh perusahaan, masyarakat tinggal terima jadi. Program-program tersebut antara lain beasiswa, anak asuh, pengobatan gratis, khitanan massal, kemitraan dan lain sebagainya. Sedangkan program-program dibidang lingkungan, masyarakat lebih banyak terlibat dalam proses perncanaannya.

Tetapi dalam proses pelaksanaan program, perusahaan bekerjasama dengan pihak lain, misalnya dengan aparat desa, LSM, organisasi sosial yang ada disekitar perusahaan. Misalnya, dalam menerapkan program pengobatan gratis dan pembagian perusahaan bekerjasama dengan aparat desa. Aparat desa membantu perusahaan dalam menentukan target penerima bantuan. Sedangkan untuk program beasiswa, perusahaaan bekerjasama denga dinas pendidikan kabupaten. Pihak dinas yang menentukan siapa saja yang berhak menerima beasiswa, perusahaan tinggal memberikan dana.

Program CSR di bidang lingkungan, seperti pembangunan gapura, jalan, penghijauan dan lain sebagainya baru dilaksanakan jika ada usulan masyarakat. Masyarakat sebagai perencana program mengajukan proposal kepada perusahaan. Setelah proposal tersebut disetujiu, maka kegiatan tersebut baru berjalan, perusahaan hanya membantu secara materiil dan bertugas sebagai pengawas kegiatan. Tahap perencana dan pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh masyrakat itu sendiri.

Berbagai macam penerapan program CSR PT. Petrokimia Gresik menjaadi bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya, khususnya bagi masyarakat miskin. Masyarakat miskin merasa terbantu dengan adanya program CSR dari perusahaan. Mereka merasa bisa dibantu memenuhi kebutuhan dasarnya, misalnya melalui program bantuan sembako, beasiswa dan pengobtan gratis. Program-program tersebut dapat membantu masyarakat miskin dalam rangka memenuhi tiga kebutuhan dasarnya, konsumsi, pendidikan dan kesehatan. Kondisi yang menunjukkan kegunaan program CSR PT. Petrokimia Gresik bagi masyarakat disekitarnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel

Kegunaan Bantuan PT. Petrokimia Gresik

Kegunaan Bantuan

Frekuensi

Persentase

Sangat berguna

Berguna

Biasa saja

Sangat tidak berguna

11

51

21

17

11

51

21

17

Total

100

100

Sumber: Q 42, K 49

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa separuh responden (51%) merasa bahwa bantuan dari perusahaan bermanfaat bagi dirinya. Mereka berharap perusahaan akan tetap memberi bantuan. Sedangkan bagi 17% responden bantuan yang diberikan PT. Petrokimia Gresik sangat tidak bermanfaat. Pendaapat ini dikarenakan mereka tidak pernah menerima bantuan jadi mereka tidak bisa merasakan manfaatnya.

Pemberdayaan Masyarakat PT.Petrokimia Gresik: Antara Idealita dan Realita

Konsep pemberdayaan masyarakat di daerah industri sendiri, dapat dilihat dari tiga aspek. Pertama, pemberdayaan dengan menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat lokal berkembang. Kedua, pemberdayaan untuk memperkuat potensi ekonomi yang dimiliki oleh masyarakat lokal di daerah industri. Untuk memperkuat potensi ini, upaya utama adalah peningkatan taraf pendidikan dan derajat kesehatan serta akses terhadap sumber-sumber ekonomi seperti modal, teknologi, informasi, lapangan kerja, dan pasar. Ketiga, pemberdayaan melalui pengembangan ekonomi rakyat dengan cara melindungi dan mencegah terjadinya kesenjangan dan ketidakseimbangan, serta menciptakan kebersamaan dan kemitraan antara yang sudah maju dan belum berkembang.

Program pemberdayaan yang dilakukan oleh PT.Petrokimia Gresik secara umum terdiri dari tiga bidang, yaitu economic development, social development dan environmental protection. Pemberdayaan masyarakat dibidang ekonomi dilakukan dalam tiga bentuk, yaitu program kemitraan, percontohan usaha tani dan program kewirausahaan. Pemberadaayan masyarakat dibidang sosial dilakukan dalam dua bentuk, yaitu melalui pendidikan dan kesehatan. Dalam bidang pendidikan PT.Petrokimia Gresik memberikan bantuan beasiswa bagi siswa berprestasi dan anak asuh bagi yatim piatu. Selain itu perusahaan juga memberikan bantuan buku tulis kepada siswa-siswa SD yang ada disekitarnya dan perpustakaan desa. Pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan dilakukan melalui pemberian pengobatan gratis kepada masyarakat disekitarnya, juga melaui pemberian fogging nyamuk demam berdarah. Sedangkan pemberdayaan masyrakat dibidang lingkungan dilakukan melalui pemberian bantuan pembangunan sarana dan prasarana jga melalui program penghijauan.

Bagi para nelayan, PT. Petrokimia Gresik memberikan bantuan berupa motor tempel, agar hasil tangkapan nelayan lebih maksimal. Di desa Roomo perusahaan membantu ibu-ibu PKK untuk bisa mengembangkan usaha masker pabrik yang telah dijalankan. Bantuan berupa pemberian modal dan pelatihan pemasaran.

Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh PT. Petrokimia Gresik memang telah sesuai dengan konsep pemberdayaan masyarakat secara teoritik. Artinya program-program yang diusung PT. Petrokimia Gresik dalam memberdayakan masyarakat disekitarnya memang sudah sangat ideal, namun tidak demikian dalam tataran pelaksanaan. Hal ini terjadi karena kurangnya komunikasi langsung antara perusahaan dan masyarakat. Selama ini dalam pelaksanaan program CSR, perusahaan lebih sering berkomunikasi dengan aparat desa. Kepentingan aparat desa dan masyarakat seringkali berbeda, sehingga program-program CSR yang dijalankan lebih banyak mengakomodir kepentingan aparat desa.

Pengutan potensi lokal merupakan titik utama dalam pemberdayaan masyarakat. Masyarakat yang bermatapencaharian sebagai nelayan diberi bantuan peralatan nelayan, berupa jaring dan motor tempel. Program ini sudah bagus, tetapi menjadi kurang berhasil karena tidak tepat sasaran. Program ini tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas, karena hanya diberikan oleh pihak-pihak tertentu. Nelayan yang menerima bantuan ini adalah yang mempunyai perahu dan tergolong sejahterah. Tujuan program pemberdayaan adalah meningkatkan potensi masyarakat yang belum berkembang, maka lebih tepat bila program tersebut diprioritaskan untuk masyarakat yang kurang mampu.

Berawal dari kondisi yang ada dilapangan, ada beberapa program yang dapat dikembangkan oleh PT. Petrokimia Gresik. Pertama, pemberdayaan bagi nelayan dapat dilakukan melalui kredit pada nelayan yang tidak mempunyai perahu. Selain bantuan kredit untuk pembelian perahu, nelayan juga diberikan pelatihan pengolahan ikan agar hasil penjualan mereka meningkat.

Kedua, pemberdayaan dibidang kewirausahaan. PT. Petrokimia Gresik memang telah memberikan kemitraan bagi para pengusaha, tetapi ini tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat disekitarnya. Pengusaha yang bisa mengakses program ini adalah yang sudah tergolong sukses. Sedangkan masyarakat yang ingin membuka usaha mulai dari nol tidak dapat mengaksesnya. Perusahaan dapat memberikan bantuan kewirausahaan bagi masyarakat yang ingin merintis usaha, karena pada dasarnya masyarakat mempunyai potensi untuk berwirausaha. Contohnya, di desa Lumpur, banyak ibu-ibu yang berusaha membuat ikan asin. Usaha tersebut tidak dapat berkembang karena kekurangan modal dan tidak adanya jaringan pemasaran.

Ketiga, pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan memberikan peatihan yang berbasis soft skill kepada masyarakat. PT. Petrokimia Gresik melalui program LOLAPIL memang telah memberikan pelatihan kepada masyarakat, tapi ini belum bisa dimanfaatkan masyarakat secara keseluruhan. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, yaitu karena kapsitas yang dimiliki masyarakat tidak sesuai dengan kriteria yang diberikan oleh perusahaan dan karena pelatihan yang diberikan juga tidak sesuai dengan minat masyarakat. Berkaca pada kenyataan ini, maka pelatihan yang diberikan diutamakan yang sesuai dengan kapasitas dan minat masyarakat.

Berdasarkan prinsip dan nilai dari pelaksanaan pemberdayaan masyrakat sendiri, pemberdayaan dapat dikatakan efektif jika telah menyangkut hal-hal berikut (Smith and Frank, 1999: 5-7) ;

o Sebuah usaha dalam waktu panjang

o Rencana yang baik

o Inklusif dan kesetaraan

o Menyeluruh dan terintegrasi ke dalam gambar yang besar

o Didukung oleh anggota komunitas

o Menguntungkan komunitas

o Kaya pengalaman yang memimpin kepada praktek yang terbaik

Maka berdasarkan landasan teoritik di atas, apa yang telah dilakukan oleh pihak PT. Petrokimia Gresik sendiri selama ini, memang dapat dikatakan telah sesuai dengan standar prinsip dan nilai pemberdayaan masyarakat yang seharusnya, dimana dalam rencana program pemberdayaan masyarakat selama ini, mereka telah mengedepankan keberlanjutan dari suatu program untuk masa yang akan datang dan tidak hanya berupa bantuan charity yang sekali habis dan hanya bersifat sementara. Usaha yang mereka lakukan untuk membuat berbagai pelatihan kepada masyarakat dapat dikatakan telah melalui usaha dalam waktu yang tidak sebentar. Hanya saja perusahaan lebih memperluas kesempatan masyarakat untuk berpartisipasi pada program tersebut, dengan cara pemberian pelatihan yang sesuai dengan kapasitas dan potensi yang dimiliki masyrakat.

Ditinjau dari aspek kesetaraan, dapat dikatakan bahwa program dari PT. Petrokimia Gresik telah sesuai dengan prinsip ini, karena sebagaimana dalam salah satu program, terdapat program dibidang pemberdayaan perempuan yang mungkin selama ini selalu dikaitkan dengan diskriminasi ketika tidak dilibatkan. Contoh pemberdayaan masyarakat yang diberikan kepada perempuan adalah yang dilakukan di desa Roomo. Perempuan (ibu-ibu PKK) diberdayakan melalui program kewirausahaan, yaitu pembuatan masker pabrik.

Aspek dukungan dari komunitas juga telah dipenuhi oleh pelaksanaan pemberdayaan masyarakat PT. Petrokimia Gresik. Pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang berbentuk pembangunan sarana dan prasarana memperoleh dukungan dari masyarakat. Program ini juga menguntungkan bagi masyarakat. Hanya saja program ini juga belum dapat dinikmati oleh seluruh anggota masyarakat.

Rekomendasi

Ada beberapa rekomendasi yang dapat digunakan agar comdev yang dilakukan oleh PT. Petrokimia Gresik menjadi lebih baik lagi, yaitu:

· Sesuai dengan konsep pemberdayaan masyarakat, hendaknya usaha yang dilakukan oleh pihak PT. Petrokimia Gresik dalam rangka memberdayakan masyarakat di sekitarnya adalah dengan benar-benar mencari dan menggali potensi yag ada dimasyarakat setempat. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membuat suatu ruang publik yang mana masyarakat secara bersama-sama dilibatkan, sehingga pihak pelaksana program bisa menemukenali akar permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, dan selanjutnya dapat melakukan perencanaan. Begitu juga dalam perencanaan program yang akan dilaksanakan untuk mereka, masyarakat juga perlu untuk dituntun untuk dilibatkan.

· Sejauh mungkin, usaha pemberdayaan masyarakat oleh PT. Petrokimia Gresik ini harus selalu mengedepankan prinsip-prinsip dan nilai-nilai pemberdayaan masyarakat yang sebenarnya, salah satunya adalah harus terintegrasinya prinsip Sustainable Development dalam semua aspek program pemberdayaan masyarakat, agar pada akhirnya, Goal dari perusahaan maupun harapan (exspectation) dari masyarakat, dapat sama-sama tercapai dan terlaksana dengan baik dan benar.

· Pelaksanaan program CSR yang bertujuan memberdayakan masyarakat seharusnya lebih menyeluruh dan merata, sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat disekitarnya.

DAFTAR PUSTAKA

Budianta, Eka. 1999. Moral Industri (laporan dan keuangan). Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Bidimanta, Arif. 2008. Corporate Social Responsibility; Alternatif Bagi Pembangunan Indonesia. Jakarta: ICSD.

---------, 2003. Metode dan Teknik Pengelolaan Community Development. Jakarta: ICSD.

Dharmawan, A. 1986. Aspek-aspek dalam Sosiologi Industri. Bandung: Binacipta.

Hikmat, Harry. 2006. Strategi Pemberdayaan Masyarakat. Bandung: Humaniora Utama.

Kusumawardani, Dian, S.Sos. 2009. Corporate Social Responsibility. Skripsi. Surabaya : Universitas Airlangga.

Schneider, Eugene V. 1993. Sosiologi Industri. Jakarta: Aksara Persada Indonesia.

Solihin, Ismail. 2008. Corporate Social Responsibility : From Charity to Sustainability. Jakarta : Salemba Empat.

Suharto, Edi, Phd. 2007. Pekerja Sosial di Dunia Industri Memperkuat Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Bandung : Rafika Adi Tama.

Wibisono, Yusuf. 2007. Membedah Konsep dan Aplikasi CSR. Gresik : Fascho Publishing.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar